Sabtu, 25 Februari 2012

Konflik TERHEBAT bukan karena KOMPETISI, tapi.. LEADERSHIP


Pemimpin Perang Salib
Richard - Saladin
Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN, pernah memberikan warning untuk perusahaan-perusahaan BUMN, Direksi yang tidak kompak dalam perusahaan BUMN akan diganti, ...... pasti ada alasannya kenapa beliau mengemukakan itu bukan?  


Karena konflik berkepanjangan tidak akan mendukung sustainabilitas perusahaan serta iklim yang baik dalam organisasi, dan kenyataannya konflik itu memang ada...... Konflik ini bukan hanya terjadi di BUMN, tapi semua organisasi, perusahaan yang ada, termasuk Organisasi dalam Pemerintahan (Legislatif, yudikatif, eksekutif dll) dan Swasta.


:: KONFLIK ORGANISASI


Konflik di level bawah, seringkali bisa diselesaikan dengan meng-eskalasi permasalahan ke pimpinan yang lebih tinggi, tetapi ...bila Konflik ada di level puncak atau Direksi???   hmm...... semua sumberdaya yang berada dibawahnya akan tersedot atau berjuang untuk saling menghancurkan.....mindsetnya  sudah bukan lagi Win-Win Solution, tapi siapa yang Kalah- siapa yang Menang....

Dalam teorinya, permasalahan dalam organisasi bisa saja terjadi karena beberapa penyebab, misalnya bila organisasi terdapat tanda-tanda  seperti ketiadaan/kurangnya kontrol operasi (Lack of operating controls), kesenjangan berlebihan (Over diversification), Gaya Manajemen yang tidak efektif (Ineffective management style), mulai rawannya basis pelanggan (The precarious customer base), Kurangnya Koordinasi (Lack of Coordination) dan Kurangnya Kompetensi (Lack of Competency) dan sebagai akibatnya adalah KETIDAK TERCAPAIAN KINERJA.  Dari konflik itulah berkembang untuk mencari pembenaran dan sekaligus mencari kambing hitam....atau abu-abu deh....

Konflik organisasi, bisa menjadi besar, tidak jarang menjadi akhir dari keberadaan perusahaan itu sendiri. Jim Collins dalam "How The Mighty Fall"   menjelaskan ada tahapan dimana perusahaan akan selalu mengalami permasalahan dalam organisasinya,  but..... kenapa sebagian perusahaan bisa bertahan, sementara sebagian yang lain terpaksa gulung tikar?. Dalam siklusnya, tidak masalah bila performa perusahaan sedang naik atau  turun selama dapat menemu kenali permasalahanya dan dapat membuatnya naik lagi, kemudian terpenting  menjadi perhatian khusus adalah siapa yang akan mengerjakannya (People) atau bahasa lugasnya, siapa dulu pemimpinnya, baru yang lain akan mengikuti.

:: PEMIMPIN PERANG SALIB

Anda pasti tahu betapa dahsyatnya peristiwa Perang Salib, ... perang itu bertujuan untuk menguasai kembali Yerusalem dan ‘Tanah Suci’ dari kekuasaan Muslim, yang terjadi antara di tahun 1095 – 1291 .....

Pertempuran dahsyat ini kadang menjadi pembenaran, atau juga saling menyalahkan dengan konflik berkepanjangan dalam sejarah ... menjadi konflik Agama antara Islam vs Kristen, padahal Perang Salib pada hakikatnya bukan perang agama, melainkan perang merebut kekuasaan daerah. Hal ini dibuktikan bahwa tentara Salib dan tentara Muslim saling bertukar ilmu pengetahuan.

Yang dibahas disini, bagaimana interaksi kedua Pimpinan perang ini bertempur? ..Sultan Saladin atau Sultan Salahuddin Al-Ayyubi sebagai pemimpin perang di sisi Islam yang mempunyai misi mempertahankan, dan Raja Richard 'the Lion Heart' yang mempunyai misi menaklukkan sebagai simbol Kristen? dua-duanya memiliki sifat seorang leader, pemberani dan bukan pengecut.....dan sama-sama mempertahankan misinya..

Dalam sejarahnya, perang salib ini sebenarnya sangat panjang, sampai dua abad lamanya.....yang saya ceritakan ini adalah peristiwa perang salib ke-3..... bila ingin lengkap sejarah tentang ini bisa dibaca disini.
Terlepas dari kenapa terjadinya perang salib ini, Perhatikan, kejadian unik pada kedua pimpinan selama perang salib ini....dan selama perang salib berlangsung....
Apa saja fakta-fakta yang ada dibalik Perang Salib ke-3 ini tersebut?

 
o Pada suatu peristiwa di pertempuran di Jaffa, ketika pasukan kavaleri Tentara Salib merasakan kelelahan, Richard sendiri memimpin pasukan tombak melawan kaum Muslim. Saladin nyaris berada di sisinya dengan penuh kekaguman. Saat dia melihat kuda Richard terjatuh di bawahnya, seketika Sultan mengirimkan tukang kudanya ke medan pertempuran dengan dua ekor kuda yang masih segar untuk Raja Inggris yang berani itu.

o    Saking tidak percayanya dengan motivasi rekannya sesama ekspedisi perang salib, Raja Richard pernah mengatakan : “Saya lebih rela Yerusalem dipimpin oleh seorang Muslim yang bijak dan berjiwa ksatria daripada kota suci itu jatuh ketangan para baron Eropa yang hanya mengejar kekayaan pribadi”.

o    Ketika Richard yang memasuki Yerusalem dengan menyamar dan makan malam bersama Saladin : mereka benar-benar saling bersikap ramah. Dalam rangkaian perbincangan, Richard bertanya kepada Sultan tentang bagaimana pandangannya mengenai Raja Inggris. Saladin menjawab bahwa Richard lebih mengunggulinya dalam sifat keberaniannya sebagai seorang ksatria, tapi kadang-kadang dia cenderung menyia-nyiakan sifatnya ini dengan terlalu gegabah dalam pertempuran. Sedangkan menurutnya Richard, Saladin terlalu moderat dalam memperkuat nilai-nilai keksatriaan, bahkan dalam pertempuran.

o    Ketika ada salah satu panglima perang Saladin memberontak, Richard membunuhnya dan menyerahkan kepalanya pada Saladin serta berkata, “Aku tidak ingin orang ini mengacaukan “permainan” kecil kita”. Dan keesokan harinya mereka bertempur sengit lagi.

o    Pernah dalam suatu pertempuran, Richard melihat bahwa pedang Saladin tumpul dan dia menghentikan perang hari itu untuk memberikan kesempatan agar Saladin mengasahnya.

o Salahudin berhasil mempertahankan Yerussalem dari serangan musuh besarnya Richard The Lion Heart, Raja Inggris. Richard menyerang dan mengepung Yerussalem Desember 1191 dan Juli 1192. Namun penyerangan-penyerangannya dapat digagalkan oleh Salahudin. Kepada musuhnya, Saat Richard sakit dan terluka, Salahudin menghentikan pertempuran serta mengirimkan hadiah serta tim pengobatan kepada Richard. Richard pun kembali ke Inggris tanpa berhasil mengalahkan Salahudin.

o    Orang Eropa pada awalnya menyebut orang Muslim sebagai Barbarian, tetapi akibat kontak yang intensif dari perang Salib, Lambat laun mereka menyadari bahwa yang barbar sesungguhnya adalah mereka. Jika ditilik dari tingginya peradaban budaya dan ilmu kaum Muslimin saat itu. 

o Di Yerussalem, Saladin kembali menampilkan kebijakan dan sikap yang adil sebagai pemimpin. Mesjid Al-Aqsa dan Mesjid Umar bin Khattab dibersihkan tetapi untuk Gereja Makam Suci tetap dibuka serta umat Kristiani diberikan kebebasan untuk beribadah didalamnya

Walaupun demikian keduanya pernah mengalami kesalahan .....
o    Saladin pernah melanggar etika dan hukum perang Islam yg selalu dia junjung tinggi ketika dia mengeksekusi semua tawanan Ksatria Templar dan Hospitaller ketika dia memenangkan pertempuran Hattin. Sementara Richard The Lion Heart juga pernah melanggar kode etik Chivalry serta etika Noble-nya saat dia mengeksekusi 2000 serdadu Saladin yang tertawan di depan gerbang Acre/Akko.

o    Kalau selama ini kita mendengar bahwa Saladin itu komandan yg santun, maka salah satu panglima mamluk yaitu Baybar adalah komandan yang garang. Tidak kalah garangnya dalam soal bunuh-membunuh seperti Crusaders. Kalau Crusaders dibawah pimpinan Richard pernah menghukum mati seluruh tawanan muslim di Aacre, pasukan Baybar juga membunuh semua orang kristen di Acre, termasuk pendeta dan perempuan. bahkan dia berkirim surat ke komandan crusaders untuk menceritakan detil pembantaian di dalam suratnya. Baybar bahkan sampai membuat lingkungan acre jadi gurun agar di masa depan sulit untuk jadi pangkalan crusaders lagi.


:: HIKMAH dan MENGHINDARI KONFLIK

Nahh.......apa yang bisa kita ambil hikmahnya?, apa kaitannya antara Leadership organisasi dan Perang Salib diatas??
intinya tidak pernah ada keuntungan apapun dari suatu peperangan,.... Pemimpin yang sudah sedemikian disiplin saja, kadang mendapati satu kesalahan Fatal...tapi kalaupun itu terjadi sikap Ksatria harus dijunjung, baca cerita dan hikmahnya dalam GREAT COMMANDERS OF THE BATTLE FIELDS.

Itulah kenapa seringkali Bisnis diidentikkan dengan Perang dalam Strategi, karena didalamnya menyangkut Perencanaan, strategi, Logistik, People.....disiplin, loyalitas, integritas dll...


Begitupun dalam berorganisasi, dalam organisasi, LEADERSHIP-lah yang akan mensolusikan itu,..karena dengan Leadership yang baik, segala konflik akan dipandang sebagai potensi untuk maju dalam kompetensi, bukan sebagai hambatan.... 

Tidak ada keuntungan membuka Front atau konflik, ..lebih baik mencari solusi bersama untuk tujuan utamanya... buatlah musuh sebenarnya itu, berlomba menggungguli kinerja anda sebelumnya....

Konflik bisa terjadi bisa karena beberapa hal:
Beda Paham, Beda Kepribadian, Beda Tujuan atau karena Beda Pandangan.

Perbedaan adalah biasa....justru karunia, ....terpenting adalah bagaimana men-sikapi perbedaan itu....

Lalu....Bagaimana menghindarinya?..ada beberapa cara..yaitu (yang saya sadur dari beberapa artikel)
Saling Pengertian
Sikap ataupun tindakan dan keputusan yang dilakukan seseorang pasti ada alasannya, temukan alasannya dan motivasi yang mendasarinya...... selanjutya dapat mencari cara untuk menyelesaikan konflik, atau dapat membantu seseorang yang dianggap pemicu konflik untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan.
Satukan Perbedaan
Win-Win Solution, kurangi perbedaan, ....bila memiliki tujuan akhir yang sama, maka fokuslah pada tujuan itu....untuk sama-sama mensolusikan.
Tenangkan Diri
Dengan ketegasan (tanpa rasa emosi yang meluap) dan berkata dengan tenang dan saling mengormati perbedaan tersebut, dan berharap mereka juga bisa menghormati Anda.
Bersikap Netral
Anda mungkin tidak menyukai cara-cara buruk mereka, tapi abaikan saja, fokus dan perhatian pada kekuatan mereka  dan cari strategi untuk memanfaatkan kekuatan mereka untuk mendukung pekerjaan Anda.
Hindari Si Pemicu Konflik
Anda tidak perlu bersusah payah mengatasi rasa kesal, ataupun marah karena berurusan dengan mereka. Dengan begitu, Anda dan mereka dapat melakukan pekerjaan masing-masing tanpa harus dipusingkan dengan ketidakcocokan ataupun perbedaan-perbedaan mencolok, yang berpotensi untuk menyebabkan konflik antar teman sekerja.


Dan jika anda seorang muslim.....ingatlah akan Peringatan Allah SWT, dimana konflik dan perbedaan menjadi sebuah peringatan karena hatinya.... : “Kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka bercerai-berai” (QS. Al- Hasyr : 14)

tuntunannnya menjadi jelas dengan ayat ini...
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai ........” (QS. Ali-Imran : 103)
Semoga kita selalu dalam istiqomah, sabar dan Tawakkal.......Aamiin ya Rabbal Aalamiinn..



Mohon maaf bila kurang berkenan.

Salam,
Hendrawan

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Atas kunjungan dan Komentar, saya mengucapkan Terima kasih, semoga bermanfaat, dapat memupuk pikiran positif & selalu dapat mensyukuri Nikmat Allah swt ..., ..Aamiin yra.

Salam,
Hendrawan